Tampilkan postingan dengan label Ilmu Unik. Tampilkan semua postingan

Nostalgia Dengan Film-Film Tahun 1990-an

Yuk kita flashback sejenak mengenang kesuksesan film-film lawas di era 90-an. Pada waktu itu saya masih SD gan. Pada masanya, stasiun TV baru ada TVRI, Progama 2 dan RCTI. Untuk RCTI sendiri merupakan TV swasta pertama yang hadir meramaikan hiburan di tanah air. Kemudian di susul SCTV, TPI, INDOSIAR dan AnTeve.

Saya lebih menyukai acara-acara RCTI pada waktu itu ketimbang sekarang, yang isinya kebanyakan sinetron. Mungkin ada sebagian dari Agan atau Sista yang pernah menyaksikan film-film seri yang terbilang sukses pada masanya.

1. My Secret Identity (1988-1991)


Film seri ini tayang pada tahun 1988 sampai dengan tahun 1991. Pemeran utamanya Jerry O'Connell (17 Februari 1974) yang memerankan sebagai Andrew, seorang anak lelaki yang memiliki kekuatan bisa terbang dan berlari secepat kilat. Serial ini ditayangkan tak lebih dari 72 episode gan.




2. MacGyver (1985-1992)
Salah satu film seri favorit saya waktu itu gan

Sang pemeran utama OM Richard Dean Anderson saat ini
Siapa yang tak kenal tokoh yang super cerdik ini gan. MacGyver adalah seorang agen yang diperankan oleh Richard Dean Anderson (23 Januari 1950). Doi paling demen menggunakan akalnya dan kecerdikannya dalam setiap kali beraksi ketimbang memakai kekerasan. Serial ini ditayangkan sebanyak 139 episode.




3. Airwolf (1984-1986)

Film serial ini mengisahkan tentang kehebatan dan kecanggihan sebuah helikopter gan. Senjatanya pun cukup lengkap. Pokoknya dijamin seru (saat itu tapi ya gan). Tokoh utama diperankan oleh Jan Michael Vincent (15 Juli 1944). Serial ini ditayangkan sebanyak 79 episode.




4. The A Team (1983-1987)

Serial ini mengisahkan sekelompok mantan pasukan khusus angkatan darat Amerika Serikat. Tragisnya, mereka ini dituduh atas kejahatan yang telah mereka perbuat, padahal sebenarnya mereka gak pernah melakukan kejahatan tersebut gan. Pemeran utamanya adalah :


- George Peppard (01 Oktober 1928 dan wafat pada tanggal 08 Mei 1994) memerankan sang boss Kolonel John "Hannibal" Smith.


- William Dwight Schultz (24 November 1947) memerankan Kapten "Howling Mad" Murdock, seorang kapten pesawat yang handal namun memiliki masalah pada kewarasannya.

- Dirk Benedict (01 Maret 1945) memerankan si Templeton "Faceman" Peck.

- Mr. T (21 Mei 1952) memerankan tokoh B.A. Baracus yang memiliki postur berbadan besar namun paling takut naik pesawat dan paling sering ribut sama si Murdock.


5. Renegade (1992-1997) 



Film seri ini mengisahkan seorang polisi San Diego yang bernama Reno Raines (diperankan oleh Lorenzo Lamas) yang dijebak Dixon (diperankan oleh Steven Flynn) dengan tuduhan telah membunuh tunangannya sendiri.



6. Baywatch (1989-2001)

Kisah penjaga pantai yang diperankan oleh David Hasselhoff  yang siap menyelamatkan orang-orang yang tenggelam atau membutuhkan pertolongannya. Dibantu oleh para staffnya yang seksi-seksi. Salah satunya diperankan oleh Pamela Anderson.



7. Knight Rider (sekitar tahun 1990-an)

Si mobil cerdik yang bisa ngomong. Nama mobilnya KIT. Dibintangi oleh David Hasselhoff. Salah satu film yang saya tunggu-tunggu waktu itu gan.



8. Hunter (1984-1991)

Film seri ini mengisahkan seorang detektif polisi (LAPD) (diperankan oleh Fred Dyer) untuk menumpas kejahatan di wilayah LA. Dibantu rekannya (diperankan oleh Dee Dee McCall. Waktu itu tayang di TVRI.



9. Remington Steele (1982-1987)

Ini adalah film pertama om Pierre Brosnan (Salah satu pemeran James Bond 007).



10. CHIP's (1977-1983)

Film seri tentang polisi bermotor gede (BM) yang berpatroli di wilayah jalan California. Film seri ini dibintangi oleh Erick Estrada. Tayang di TVRI gan.


11. Beverly Hills 90210 (sekitar tahun 1993)

Serial yang mengangkat kehidupan rumit masalah remaja pada masanya. Terkenal banget di era 90-an gan. Dibintangi oleh Hillary Swank dan Jessica Alba. Saat itu ditayangkan di RCTI.


12. Oshin (sekitar tahun 1983-1984)

Ni kayaknya film lawas banget. Sampe lupa jalan ceritanya seperti apa. Pokoknya cukup ngetop waktu itu. Nih film dari Jepang, makanya namanya Oshin, kalo dari Betawi namanya Ocid. Waktu itu ditayangkan di TVRI.


Dan masih banyak lagi yang gak mungkin saya sebutkan semuanya gan. Gimana menurut agan, bagusan film jadul atau film-film (sinetron) yang sekarang?...

Jujur aja, saya lebih kangen pada film-film serial lawas ketimbang film/sinetron saat ini. Dimana sinetron sekarang kurang atau bahkan gak memperdulikan jalan ceritanya seperti apa serta nilai pelajaran apa yang bisa diambil darinya. Yang penting adalah ratingnya tinggi, iklannya banyak dan penontonnya juga banyak, tanpa memperhatikan nilai-nilai positif didalamnya.
 
*MIKIR!!

Tips memulai karir sebagai freelancer

Gambar Bugil Agnes Monica Mandi Telanjang


Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan ada yang cukup loyal. Karena itu saya ingin berbagi tips agar bisa memulai karir freelance dengan baik. Berikut tips saya:
  1. Sebelum memulai ada beberapa kriteria yang yang sebaiknya anda penuhi agar mempermudah karir anda sebagai freelancer. Bukan syarat mutlak namun sangat berpengaruh akan kemajuan karir freelancer anda. Syarat tersebut antara lain:
    • Menguasai bahasa Inggris, minimal baca tulis. Kalau tidak anda akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan client anda.
    • Memiliki skill yang cukup untuk bersaing dengan freelancer lainnya. Anda harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan sebelum masuk ke dunia freelancer karena bila anda mengecewakan klien maka akan berdampak pada reputasi anda seterusnya.
    • Akses internet yang lancar karena semua pekerjaan dan komunikasi melalui internet maka hampir dipastikan syarat ini harus dipenuhi.
    • Memiliki website sendiri sebagai portofolio anda sehingga klien dengan mudah mengetahui siapa anda. Tidak mutlak tapi sangat membantu untuk meyakinkan klien bahwa anda adalah orang yang dia cari.
  2. Daftar ke website penyedia project. Daftar web yang bisa dicoba bisa lihat di tulisan saya sebelumnya “Website untuk para creative freelancer”. Untuk permulaan saya menyarankan menggunakan getafreelancer.com(GAF) karena banyak proyek kecil yang bisa anda coba ikuti. Selain ga ribet harus test, bikin proposal, dan prosedur lainnya yang banyak digunakan di website lain GAF juga tidak terlalu membatasi freelancer dalam jumlah mengikuti penawaran proyek. Tidak seperti website lain yang sangat membatasi jumlah keikutsertaan dalam penawaran proyek untuk account gratis. Untuk memiliki kesempatan lebih ikut dalam penawaran anda harus membayar sekian dollar untuk website lainnya.
  3. Setelah mendaftar, silakan cari proyek yang anda ingin ikuti. Berikut adalah saran dalam memilih proyek:
    • Pilih proyek yang pasti bisa anda selesaikan. Kalau perlu lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengikuti penawaran.
    • Jangan tamak dan langsung ikut menawar pada proyek bernilai besar. Mulailah dengan proyek kecil dengan tujuan mengumpulkan review dan feedback dari client sebanyak mungkin.
    • Baca secara detail requirement proyek dan pastikan anda memahami apa yang diinginkan oleh pemilik proyek.
    • Sebaiknya anda memilih spesialis anda, misalnya anda spesialis WordPress, Drupal, atau CMS lainnya. Dengan demikian anda memiliki feedback yang sesuai dengan spesialis anda dan lebih meyakinkan klien lain bila anda menawar proyek serupa yang pernah anda kerjakan sebelumnya.
  4. Setelah memilih proyek, saatnya membujuk klien anda agar memilih anda dalam mengerjakan proyek miliknya. Caranya bisa seperti berikut:
    • Perkenalkan secara singkat diri anda dan kemampuan anda.
    • Yakinkan klien bahwa anda mengerti apa yang klien anda inginkan.
    • Berikan saran atau ide yang dapat membuat proyek klien jadi lebih baik.
    • Tunjukkan apa yang pernah anda buat sebelumnya, sebaiknya tunjukkan karya anda yang kira-kira mirip dengan proyek yang anda tawar.
  5. Bila klien anda tertarik dan membalas pesan anda. Jangan sia-siakan kesempatan. Bujuk rayu dan yakinkan klien bahwa anda tidak akan mengecewakan klien. Namun pastikan requirement, prosedur pengerjaan, biaya, dan pembayaran telah jelas sebelum anda deal dengan klien anda.
  6. Selamat, anda terpilih untuk mengerjakan proyek ini. Bila email pemberitahuan telah sampai di inbox anda, anda harus segera menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai proyek anda. Anda bisa menggunakan beberapa tool kolaborasi untuk memudahkan komunikasi dengan klien anda.
  7. Selama pengerjaan proyek, pastikan klien anda mengetahui apa yang anda sedang kerjakan. Minimal 3 hari sekali anda memberikan laporan kepada klien anda. Makin sering makin baik, misalya sehari sekali.
  8. Minta review dan komentar klien anda untuk proyek yang sedang anda kerjakan. Misalnya selesai bagian tampilan, tanyakan komentarnya agar bila ada perubahan tidak perlu dilakukan perubahan besar-besaran bila hal ini anda lakukan di akhir proyek.
  9. Pastikan permintaan klien selama pengerjaan proyek tidak melenceng dari requirement proyek. Bila hanya perubahan kecil maka bisa saja anda penuhi, namun bila perubahan termasuk besar mungkin anda bisa mengajukan perubahan anggaran biaya proyek.
  10. Pastikan klien anda puas dengan pekerjaan anda dengan menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan requirement proyek. Karena besar kemungkinan klien anda akan meminta anda melakukan pekerjaan lain bila ia puas dengan pekerjaan anda.
Demikianlah tips dari saya dalam memulai karir freelance anda. Karena besar kemungkinan bila anda tidak memulai dengan baik dan anda merasakan kegagalan dengan freelance maka anda dapat saja trauma dan tidak ingin melakukannya lagi. Padahal bisa saja kegagalan tersebut bukan karena ketidakmampuan anda, akan tetapi hanya karena kekurangtauan anda bagaimana memulainya dengan baik. Selamat mencoba.

Trellis Desk, aplikasi web untuk help desk dan technical support

Gambar bugil agnes monica


Dalam perusahaan besar dimana terdapat puluhan atau lebih pegawai maka mutlak dibutuhkan technical support atau help desk yang menangani bagian-bagian tertentu. Sistem manual dimana permintaan dukungan melalui telepon dan kemudian dicatat di form akan menambah beban kerja bagian dukungan teknis. Diperlukan aplikasi yang dapat meng-otomatisasi pekerjaan bagian dukungan teknis untuk menerima permintaan dan penelusuran dukungan teknis atau lebih populer dengan technical support. Salah satu aplikasi yang cukup baik adalah Trelis Desk keluaran Accord5.

Feature

Trelis Desk memiliki feature yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk yang dapat membantu mempermudah pekerjaan bagian technical support. Berikut adalah beberapa feature dari aplikasi Trelis Desk:
  • Pembagian tiket berdasarkan departement
    Trelis Desk multi departement featureDengan feature ini maka semua departement dapat menerima permintaan dukungan dan tidak tertutup untuk bagian IT saja. Misalnya departement Supply Chain Management yang menangani masalah inventaris barang dan sirkulasi barang dapat menggunakan aplikasi ini untuk menangani permintaan barang dari departement atau cabang kantor lain.
  • Prioritas tiket
    Tiket dapat dibuat dan diberikan prioritas apakah tiket tersebut bersifat penting atau biasa saja. Dengan demikian bagian yang menerima tiket dapat memberikan dukungan dengan tepat sesuai prioritas tingkat kepentingan.
  • Pengalihan tiket
    Tiket dapat dialihkan kepada staff tertentu sehingga tiket tersebut dapat ditangani oleh staff tersebut dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiket tersebut.
  • Pengaturan hak akses berdasarkan group
    Aplikasi ini memiliki tingkat akses berlevel yang dibagi berdasarkan group sehingga memiliki tingkat keamanan penggunaan yang baik
  • RSS tiket
    Kita dengan mudah membuat RSS feed pada tiket yang menjadi tanggung jawab kita. Dengan demikian kita dengan mudah mengecek apakah ada tiket baru yang ditujukan pada kita dengan cepat.
  • Multi Language
    Secara default aplikasi ini memiliki tampilan dengan bahasa Inggris. Namun dengan mudah kita dapat menerjemahkan aplikasi ini ke bahasa lain yang kita inginkan. Cukup dengan mengisi terjemahan dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam aplikasi.
  • Knowledge Base
    Trelis Desk knowledge base featureMemiliki knowledge base atau basis pengetahuan yang terintegrasi. Hal ini memudahkan kita dalam mencari langkah penyelesaian sebelum memasukkan tiket. Dengan feature yang memberikan saran solusi yang tersedia sebelum kita memasukkan tiket akan membantu meningkatkan efisiensi kerja karena mengurangi frekuasi dalam menangani masalah yang sama.
Fitur yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk menjadikan Trelis Desk dapat diandalkan menjadi aplikasi help desk diperusahaan anda. Dan yang menarik dengan kelengkapan feature tersebut biaya yang dikeluarkan adalah nol alias gratis. Jadi kenapa anda tidak mencoba mengimplementasikan aplikasi ini di perusahaan anda.

Link

Metodologi Pengembangan Aplikasi Web

Gambar Agnes Monica
Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web sesuai yang diinginkan.
Dalam dunia software engineering, metodologi paling klasik terdiri dari 5 fase yaitu:
  1. Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
  2. Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan, dsb.
  3. Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Misalnya berdasarkan hasil analisa kita akan membuat aplikasi dengan beberapa feature, nah kita perlu merancang table database yang kira-kira diperlukan untuk feature tersebut. Selain itu sesuai dengan hasil analisa kita membuat tampilan dari aplikasi. Struktur aplikasi yang dibutuhkan kayak bagaimana, fungsi apa saja yang akan dibuat, dsb.
  4. Fase pengembangan, tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.
  5. Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.
Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis. Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan ditinggalkan. Terkadang kita perlu kembali ke fase sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa fase juga ada yang digabungkan agar lebih sederhana atau dipisahkan agar lebih detail.
Itu tadi metodologi klasik dalam proyek pengembangan aplikasi. Bagaimana dengan proyek pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya karena sama-sama mengembangkan aplikasi maka metodologi diatas juga dapat digunakan. Namun terkadang kita memerlukan metodologi khusus yang bagi kita lebih nyaman. Saya sendiri memiliki metode tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun sebenarnya mengadopsi metodologi diatas namun dengan beberapa perubahan atau hanya perubahan kata-kata agar cocok dengan cara saya.
Berikut adalah metodologi pengembangan web yang biasa saya gunakan:
  1. Fase requirement, sama dengan metodologi diatas. Pada fase ini saya mencoba mencari tahu beberapa pertanyaan berikut:
    • apa yang dibutuhkan?
    • apa tujuan dari aplikasi ini?
    • apa yang ingin dicapai?
    • apakah ada referensi atau contoh?
    • siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?
    Setelah memperoleh jawaban dari pertanyaan itu maka saya baru memulai fase berikutnya.
  2. Fase penentuan feature dan fungsi, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan dari aplikasi maka saya menentukan feature dan fungsi apa saja yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti feature tagging, category, comment, dsb. Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan.
  3. Fase pengumpulan data, konten, gambar, dan file lain yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Berdasarkan daftar feature dan fungsi yang akan dikembangkan maka saya akan mengumpulkan data-data dan file yang diperlukan untuk feature dan fungsi tersebut.
  4. Fase analisa dan perancangan, pada tahapan ini saya mencoba menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya dan menuangkan hasil analisa kedalam sebuah rancangan. Misalnya berdasarkan feature yang ada maka saya merancang tabel database yang dibutuhkan oleh tiap feature. Berdasarkan konten dan data  yang ada saya juga melakukan perancangan tampilan aplikasi. Selain itu saya juga menyusun struktur aplikasi seperti menu, sitemap, dsb.
  5. Fase coding, pada tahapan ini saya memulai menulis kode program. Biasanya dimulai dengan mengubah template dari file image Firework ke html. Setelah itu membuat kerangka aplikasi seperti struktur folder dan file dan memulai pengembangan fungsi untuk tiap feature.
  6. Fase setup and testing, pada tahapan ini saya melakukan setup di server dimana aplikasi web nanti akan akan dijalankan. Tentu setelah melakukan testing di komputer lokal terlebih dahulu dan memastikan bahwa semua fungsi berjalan baik. Pada server juga akan dilakukan testing untuk memastikan aplikasi dapat berjalan baik pada server tersebut. Pada tahapan ini juga akan dilakukan beta test dimana beberapa orang akan mencoba menggunakan aplikasi dan memberikan komentar atau feedback terkait dengan fungsi aplikasi.
  7. Fase launching, pada fase ini setelah dipastikan aplikasi berjalan baik pada server maka saya akan melakukan sosialisasi baik di dunia nyata atau maya. Beberapa diantaranya adalah melakukan posting di forum, aplikasi social network seperti facebook, membuat posting di blog, dan sosialisasi lainnya.
Itulah metodologi yang saya gunakan dalam pengembangan aplikasi web. Seperti sebelumnya tiap fase tidak bersifat mengikat tapi sebisa mungkin mengikuti alur yang ada. Sebenarnya metodologi diatas juga saya adaptasi dari salah satu metode Agile Development yaitu Feature Driven Development(FDD). FDD merupakan metode pengembangan aplikasi yang mengfokuskan pada feature atau fungsi yang ingin dikembangkan.
Pada dasarnya metodologi dikembangkan untuk membuat hasil suatu pekerjaan menjadi lebih baik. Namun tentu metodologi yang anda gunakan harus sesuai dengan diri anda sendiri. Gunakan metodologi yang paling nyaman menurut anda dan lihat apakah hasil yang dicapai lebih baik. Bila tidak pertimbangkan metodologi lain namun tetap cocok dengan anda.

Referensi:


Pick Your Own Mobile Development Framework: Phonegap vs Titanium

Pick Your Own Mobile Development Framework: Phonegap vs Titanium

There are so many debates and discussion about which one the best cross platform mobile development framework out there. And there are 2 mobile framework that most adopted by developer right now, it’s Phonegap and Titanium. They can help you to develop a multi platform mobile application, including 2 most popular operating system iOs and Android.
Both framework is a mobile framework that make you able to develop your mobile app using web development skills like HTML, JS, and CSS. But the big difference between both of them is Titanium compile your codes to native code that running on mobile devices, but Phonegap take different ways, it’s has built in browser that render your code and show it as full screen web page on your mobile devices. Your app that using Phonegap will communicate with device through Javascript API.
From description below some of you think that Titanium has approach a better way because it’s native. Native might always has better performance, but I’m not sure with this statement. But for me, just like in web development environment that performance not always a big factor to choose a framework. The development comfortability is my main factor to pick a framework. That’s why I choose Phonegap instead Titanium.
Phonegap development not changes the way how you write a web. You still can use HTML, JS, and CSS to write your mobile web that run as mobile app. But Titanium need to use their own style, which mostly using Javascript to build the app. It’s hard to stylish your app using CSS with Titanium because to build the user interface you declare the UI element in Javascript and Titanium will convert it UI element like input box, dropdown, etc. Basically it’s need you to learn a new approach but using your web development skills.
But if you use Phonegap for your mobile app framework, you need to be carefully choose your Javascript framework. There are some discussions told me that JQTouch is too slow for Phonegap. XUIJS is a Javascript Framework that designed for mobile app will be better to use with Phonegap. Use CSS 3 animation is better than use Javascript effect because it’s use hardware acceleration on some mobile OS like iOS and Android.
So pick your own mobile development framework or go to native development if you want to focus on one mobile OS. But my suggestion is always choose a framework that make you comfort with development, not because it’s performance, features, or any brain washing statement out there.


12 Langkah Menjadi Seorang Web Developer

Tentu anda sudah mengenal apa web itu. Namun mungkin ada yang belum mengerti bagaimana sih membuat web tersebut. Apa yang harus dipelajari untuk menjadi web developer, dan bagaimana untuk hidup dari profesi web developer. Saya mencoba membuat daftar langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk menjadi seorang web developer berdasarkan pengalaman saya sebagai web developer. Semoga daftar ini dapat membantu anda untuk memulai karir sebagai web developer. Tidak panjang lebar inilah langkah-langkah menjadi seorang web developer:
  1. Belajar bahasa pemrograman web, untuk memulainya tentu anda harus menguasai bahasa pemrograman web. Dan bahasa yang dikuasai tidak cukup 1 bahasa pemrograman saja karena web dibangun diatas beberapa faktor pendukung. Bahasa yang sebaiknya anda pelajari untuk menjadi web developer adalah:
    • HTML, merupakan bahasa pemrograman web paling dasar dan mutlak harus dikuasai. HTML adalah bahasa untuk menciptakan tampilan web yang anda lihat di browser. HTML membangun struktur tampilan web seperti header, content, footer, menu, dan sebagainya. Namun untuk menciptakan tampilan yang lebih baik tidak cukup dengan HTML saja masih diperlukan bahasa lain untuk menciptakan tampilan yang lebih baik.
    • CSS, inilah bahasa pelengkap HTML. Tanpa CSS kita tak akan dapat menciptakan tampilan yang indah. CSS adalah bahasa yang mengatur layout dan tampilan dari web tersebut misalnya warna background, tulisan, font, ukuran, dan sebagainya. Dengan kombinasi HTML dan CSS maka kita dapat menciptakan tampilan yang baik dan indah.
    • Bahasa scripting web misalnya PHP, ASP, ColdFusion, Python, dan lainnya. Bahasa pemrograman ini adalah bahasa yang akan kita gunakan untuk membangun aplikasi web. Kalau tadi HTML dan CSS merupakan pembangun tampilan dari web tersebut maka bahasa scripting ini adalah pengontrol logika aplikasi web. Bahasa ini menghubungkan aplikasi web kita dengan database dan mengolah input output dari aplikasi kita. Sebaiknya anda memilih salah satu bahasa untuk didalami. Saya menyarankan menggunakan PHP karena bahasa inilah yang paling banyak digunakan untuk membuat aplikasi web. Dengan sifatnya yang terbuka dan bebas biaya maka kita dengan mudah mempelajari dan membuat aplikasi web dengan mudah. Kelengkapan dokumentasi dan tutorial PHP juga sangat banyak sehingga anda tidak akan kesulitan mempelajari bahasa yang satu ini.
    • SQL, merupakan bahasa scripting database. Database adalah aplikasi pengolah data yang menyimpan data untuk digunakan bersama aplikasi web kita. Database ada bermacam-macam misalnya MySQL, SQLite, Oracle, PostgreSQL, SQL Server, dan database lainnya. Sangat disarankan untuk memilih salah satu untuk didalami. Walaupun SQL merupakan standar bahasa scripting database namun dengan mempelajari salah satu scripting database yang ada maka kita akan dimudahkan dalam menyimpan, mengelola, dan memberikan output data dengan tersedianya fungsi-fungsi yang akan membantu anda bekerja dengan database.
    • Javascript, bahasa scripting yang berjalan di browser. Bahasa ini tidak mutlak dipelajari, namun kalau anda ingin membuat web dengan efek animasi, dan web yang lebih interaktif maka javascript akan membantu anda. Dibandingkan dengan flash untuk membuat efek tertentu, saya lebih memilih Javascript. Kenapa, karena Flash masih memerlukan installasi plugin sedangkan Javascript sudah didukung secara default oleh browser modern.
  2. Pelajari teknik penyelesaian kasus-kasus pemrograman web. Misalnya bagaimana pemrograman yang berhubungan dengan tanggal, bagaimana menghubungkan web dengan aplikasi lainnya, bagaimana mengakses database, dan beragam teknik lainnya. Dengan mengetahui teknik pemrograman dan penyelesaian kasus-kasus pemrograman web maka anda dapat lebih efektif dalam pemrograman aplikasi web anda.
  3. Pelajari metode pengembangan web yang baik. Ada banyak metode pengembangan seperti RUP, Agile, dan USDP tapi pada dasarnya mengfokuskan pada analisa, perancangan, pengembangan, dan pengujian. Lakukan pengembangan aplikasi dengan tahapan-tahapan diatas. Lakukan analisa apa yang diperlukan oleh aplikasi ini, kemudian rancang terlebih dahulu aplikasi anda sebelum melakukan coding, lakukan pengembangan atau coding, dan uji coba terlebih dahulu sebelum dirilis atau didelivery. Anda dapat kembali ketahap sebelumnya bila diperlukan. Yang penting, tentukan sendiri metode yang paling baik seusai dengan diri anda.
  4. Belajar mengolah gambar. Buat apa? Karena dengan gambar maka kita dapat memberikan informasi lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan mendeskripsikan dalam text yang panjang. Cukup pelajari Adobe Photoshop atau Adobe Firework yang merupakan software paling umum untuk keperluan gambar web. Pelajari bagaimana membuat gambar seperti icon, background, patern, dan gambar lainnya. Sebenarnya bukan merupakan keharusan karena untuk menciptakan gambar untuk tampilan web karena hal ini lebih cenderung merupakan pekerjaan web designer. Namun bila anda bs membuat gambar untuk web maka akan lebih membantu dibandingkan anda harus meminta tolong teman anda untuk keperluan gambar web anda.
  5. Gunakan framework, framework merupakan sekumpulan fungsi dan library yang dapat memudahkan pemrograman anda. Gunakan framework sesuai dengan bahasa pemrograman anda. Misalnya ASP menggunakan .NET Framework. Ruby dengan Rails Framework, Python dengan Django Framework, dan PHP yang lebih banyak lagi seperti Prado, Symfony, CakePHP, dan framework lainnya. Lakukan riset dan tentukan pilihan anda framework mana yang akan anda gunakan dan dalami framework tersebut. Jangan terlalu banyak berpindah-pindah framework karena anda tidak akan memperoleh manfaat maksimal karena pemahaman yang terpecah-pecah. Jadi tentukan framework pilihan anda sesuai minat, dan teknik yang anda senangi.
  6. Pelajari teknik-teknik mengoptimalkan aplikasi anda. Agar aplikasi anda dapat berjalan lebih cepat dan responsif maka anda harus dapat melakukan tuning atau optimalisasi. Pelajari teknik pemrograman web yang baik, pemecahan masalah programming yang efektif, tuning dan optimalisasi database, serta optimasi web server.
  7. Pelajari web server, akan sangat bermanfaat bila anda mempelajari web server agar anda dapat mengetahui bagaimana menjalankan aplikasi anda di web server. Atau bagaimana cara mengoptimalkan aplikasi di web server. Misalnya penggunaan module caching seperti APC, eAccelerator, dan sebagainya. Atau penggunaan file .htaccess untuk menciptakan friendly URL atau URL yang lebih enak dibaca. Dengan mempelajari web server maka anda dapat mengoptimalkan dan menambahkan feature aplikasi anda di server.
  8. Pelajari penggunaan control panel hosting. Karena anda akan banyak berhubungan dengan control panel bila anda menyewa hosting untuk web anda. Control panel yang banyak digunakan antara lain Cpanel, Pleks, ISPConfig, dan sebagainya. Dengan memahami penggunaan control panel maka anda dapat mengoptimalkan aplikasi anda di provider hosting anda.
  9. Ikuti perkembangan teknologi web terbaru. Teknologi web selalu berkembang misalnya munculnya teknologi RSS, PODCasting, dan teknologi lainnya. Pelajari bagaimana membuat dan menggunakan teknologi tersebut di aplikasi anda. Karena aplikasi yang ketinggalan jaman akan ditinggalkan penggunanya juga.
  10. Pelajari manajemen proyek. Suatu pengembangan aplikasi merupakan suatu proyek yang harus di atur, direncanakan, dan dilakukan dengan baik. Dengan mempelajari manajemen proyek maka anda dapat melakukan kolaborasi dengan yang lain dalam mengembangkan aplikasi. Anda juga dapat memperoleh efektifitas dan efisiensi waktu dalam menyelesaikan suatu proyek.
  11. Untuk meningkatkan kemampuan anda, selalu asah kemampuan anda dengan mengerjakan aplikasi web. Entah pekerjaan, atau proyek pribadi. Karena makin banyak aplikasi yang anda buat maka kemampuan anda akan makin baik. Kembangkan ide anda dan realisasikan menjadi suatu aplikasi.
  12. Yang terakhir, jangan mau selalu menjadi web developer yang hanya mengerjakan proyek orang lain. Anda harus membuat suatu aplikasi yang dapat dijadikan produk atau layanan anda sebagai wujud kemampuan anda. Produk dan layanan ini dapat anda jual sehingga anda dapat memperoleh hasil dari kemampuan anda dan menikmati hasilnya. Dibandingkan dengan mengerjakan proyek orang lain secara terus-terusan dan dibayar per-proyek tentu akan lebih baik bila anda mengerjakan 1 produk namun anda memperoleh hasil terus-terusan dengan syarat produk anda memiliki nilai jual yang baik.
Itulah langkah-langkah dasar untuk menjadi seorang web developer menurut pengalaman saya. Langkah diatas tidaklah cukup, hanya langkah dasar saja. Semoga daftar diatas dapat menjadi pembimbing anda dan bahkan dapat menjadikan anda web developer yang lebih baik lagi. Anda harus terus belajar dan berlatih terus serta selalu menerima perkembangan yang ada agar kemampuan anda terus terasah.